BPOM Ajak Semua Instansi Kawal Penarikan Sarden Bercacing

Sebab, lanjut dia, bila produk-produk sarden murah berkualitas rendah ini diedarkan pada saat perekonomian masyarakat bagus, tentu tidak akan laku di pasaran. "Makanya dimasukan saat ini. Bisa lihat diharga, impor berapa, harga lokal berapa. Maka tak mengherankan banyak produk sarden bercacing seperti ini," paparnya.
BPOM sebagai pemberi izin, kata Uba, seharusnya bisa memastikan produk yang didatangkan tersebut benar-benar sesuai dengan apa yang sudah disayaratkan. Termasuk juga uji lab yang dilakukan tidak lagi bersifat random atau sebatas mengambil beberapa sampel. Sebab bisa saja sampel tersebut dimanipulasi oleh importir.
"Selain kualitas, masa berlaku juga penting," paparnya.
Dia mengakui, disperindag pun juga cenderung tidak memahami psikologis daya beli masyarakat saat ini. Sehingga pengawasan produk makanan impor pun terkesan mengabaikan.
"Harusnya pengawasan disperindag lebih dimaksimalkan. Bukan seperti petugas pemadam kebakaran. Baru turun setelah ada yang terbakar," sesalnya.
"Bisa dipastikan bahwa pengawasan produk makanan impor belum berjalan baik," sambung Uba.(she/adi)
Balai Pengawasan Obat dan Makanan Kepri mengajak seluruh instansi terkait mengawal penarikan 27 merek ikan dalam kemasan kaleng yang mengandung cacing.
Redaktur & Reporter : Budi
- Komitmen BPOM Soal Pengawasan Produk Kosmetik yang Beredar di Masyarakat
- BPOM Bantah Isu di Medsos soal Produk Ratansha Gunakan Merkuri
- BPOM Temukan Boraks dalam Kerupuk Gendar saat Inspeksi Takjil di Semarang
- Pakar Sebut Informasi Air Galon Sebabkan Kemandulan Pembodohan Publik
- KKI Temukan 40% Galon Guna Ulang Sudah Berusia di Atas 2 Tahun, Ini Bahayanya
- KKI: 75% Distribusi Galon Guna Ulang Tidak Penuhi Standar Keamanan