BPOM Juga Gandeng Masyarakat Anti-Fitnah

Di sisi lain, Badan POM juga gencar menggandeng mitra lintas sektor dan publik figur dalam berbagai kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) untuk membangun awareness masyarakat menjadi konsumen cerdas.
"Di era digital ini, kami harus memperluas metode dan jangkauan KIE dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi digital. Kami melakukan community engagement melalui edukasi kepada figur publik, influencer, dan blogger yang aktif menggunakan media sosial," bebernya.
Dengan kemampuan memengaruhi masyarakat, lanjutnya, para publik figur itu menjadi duta yang efektif untuk mengedukasi masyarakat khususnya netizen melalui penyebaran informasi obat dan makanan aman di media sosial mereka.
Tidak sampai di situ, untuk mencegah penyebaran hoaks obat dan makanan, Badan POM telah bekerja sama dengan Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (MAFINDO) dan Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI). (esy/jpnn)
Untuk mencegah penyebaran hoaks obat dan makanan, BPOM bekerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia alias MAFINDO.
Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad
- Komitmen BPOM Soal Pengawasan Produk Kosmetik yang Beredar di Masyarakat
- BPOM Bantah Isu di Medsos soal Produk Ratansha Gunakan Merkuri
- BPOM Temukan Boraks dalam Kerupuk Gendar saat Inspeksi Takjil di Semarang
- Pakar Sebut Informasi Air Galon Sebabkan Kemandulan Pembodohan Publik
- KKI Temukan 40% Galon Guna Ulang Sudah Berusia di Atas 2 Tahun, Ini Bahayanya
- KKI: 75% Distribusi Galon Guna Ulang Tidak Penuhi Standar Keamanan