BPOM Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac, Seberapa Cepat Herd Immunity Bisa Tercapai?

- Baca juga: Apa itu 'herd community' atau kekebalan massal dan mengapa dianggap cara lain menangani COVID-19
"Yang disebut dalam formula atau rumus herd immunity itu memang sederhana sepertinya, tapi ada tiga variabel di situ yang harus kita cermati, yang sangat dinamis, tidak statis," tutur dr Dicky Budiman kepada Hellena Souisa dari ABC Indonesia.
Dokter Dicky menjelaskan, tiga variabel tersebut adalah efikasi vaksin, angka reproduksi yang rendah atau kurang dari 1, dan angka cakupan penduduk atau persentase yang menerima vaksin mendekati 100 persen.
Jika kombinasi dari ketiga variabel ini ideal, 'herd immunity' baru bisa dijamin tercapai.
"Tapi yang namanya angka reproduksi kecil, ya berarti haruslah negara itu kapasitas testing tracing dan pembatasannya memadai. Dan Indonesia jauh dari itu."

Ada satu hal lagi yang menurut dr Dicky Budiman membuat program vaksin ini tidak secara otomatis jadi solusi ajaib.
"Vaccine efficacy yang dimaksud dalam rumus formula herd immunity ini adalah [termasuk] vaccine efficacy yang bersifat mencegah penularan."
"Dan ini untuk diketahui kita bersama, ini belum ada datanya. Akan perlu waktu. Jangankan Sinovac, Pfizer, Moderna, Oxford-pun belum ada datanya."
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memberikan persetujuan penggunaan darurat vaksin COVID-19 dari Sinovac Biotech pada Senin (11/01), menjadikan Indonesia negara pertama di luar China yang akan menggunakan vaksin ini
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana