Bu Ani yang Saya Kenal

Oleh Zaenal A Budiyono*

Bu Ani yang Saya Kenal
Ani Yudhoyono. Foto: Agus Wahyudi/Jawa Pos

“Mas Zaenal, nama anak sepenuhnya hak orang tuanya. Jadi saya hanya memberi usulan tiga alternatif itu, untuk Mas dan istri pilih. Silakan didiskusikan ya,” begitulah respons Bu Ani.

Saya terdiam sesaat. Sebuah pembelajaran hidup yang penting bahwa meski seorang bangsawan sekalipun harus menghormati hak dan kewajiban sesama. Dalam hal ini, meski beliau istri presiden, namun ia tidak mau mengintervensi dan hanya memberikan pilihan bagi kami untuk memberi nama anak.

Baca juga: Momen Pak SBY dan Bu Mega Bersalaman di TMP Kalibata

Hari ini dan seterusnya kita tidak akan melihat lagi Bu Ani. Beliau telah berpulang setelah mencoba bertahan dari ujian blood cancer.

Selama Bu Ani dirawat di National University Hospital (NUH) Singapura, tak ada kesedihan berlebih yang beliau perlihatkan. Justru ia kerap ‘tampil’ apa adanya melalui akunnya di Instagram untuk menyapa netizen dan mencoba terus berbahagia.

Momen Bu Ani membentangkan tangan di kursi roda yang didorong Pak SBY seolah menjadi sinyal kesembuhan beliau. Lepas.

Namun Tuhan berkehendak lain. Ibu Ani dipanggil di bulan suci Ramadan yang penuh keistimewaan. Beliau pergi untuk selamanya.

Kepak Sayap Putri Pajurit itu terbang bebas. Semoga Allah menyiapkan rencana terbaik bagi beliau: husnulkhatimah. Selamat jalan, Ibu Ani. Namamu akan selalu dikenang.(***)

Saya kena tegur Bu Ani karena mengganti istilah Rumpin -akronim program Rumah Pintar- dengan kata dalam Bahasa Inggris tanpa menyertakan istilah aslinya dalam Bahasa Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News