Bu Siti Nurbaya, Pak Luhut dan Pak Edhy Tanam Mangrove di Brebes

Menurut Luhut, upaya penanaman mangrove itu bukan tanpa alasan.
Selain memberikan dampak lingkungan, juga memberikan pemasukan yang besar dari luar negeri.
“World Bank bicara ke saya, mereka apresiasi kerja Bu Siti (Menteri KLHK) dan Pak Edhy (Menteri KKP). Sebab mangrove menghasilkan karbon kredit. Mangrove juga sangat penting mencegah abrasi ataupun rob (air pasang),” urai Ruhut.
Diketahui, kegiatan padat karya penanaman mangrove di Kabupaten Brebes tahun 2020 ini berada di lahan seluas 140 hektare.
Dalam proses penanaman, pemerintah melibatkan enam kelompok masyarakat dengan jumlah HOK (Hari Orang Kerja) sebanyak 25.382.
Secara sosial, PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) padat karya mangrove, selain mendorong pemulihan ekonomi dan ekosistem mangrove, tujuan lain dari kegiatan ini adalah untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap kondisi ekosistem mangrove.
Berdasarkan data statistik KLHK 2019, luas ekosistem mangrove Indonesia adalah 3.311.207 hektare yang berada di dalam dan di luar kawasan hutan.
Namun, 637.624 ha di antaranya termasuk dalam kondisi kritis dan perlu dipulihkan kondisi ekosistemnya.
Tiga menteri Kabinet Indonesia Maju turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanaman mangrove di kawasan Brebes.
- Luhut dan Airlangga Bentuk Tim Khusus untuk Sikat Penghambat Investasi
- Pemerintah Menegaskan Tata Kelola Daur Ulang Limbah Baterai EV Sangat Penting
- 2 Terminal PET Raih Proper Hijau dari KLHK
- 360Kredi Ajak Komunitas Berkebutuhan Khusus Menanam Mangrove
- Dukung Program RB, Akademisi: Strategis Membina Pemuda Melek Isu Kebangsaan
- Hijaukan Pesisir, PNM dan Sukarelawan BUMN Tanam 1.000 Mangrove