Buah Naga Serbu Australia, Petani Lokal Menjerit

Namun bagi Vuong Nguien yang selama ini menanam buah di luar musim normal, ketentuan impor tersebut jelas sangat merugikannya karena menghabiskan biaya produksi yang besar.
Dalam pernyataan kepada ABC Rural, Menteri Pertanian David Littleproud mengatakan perdagangan selalu dua arah.
"Australia adalah negara dengan 25 juta penduduk namun menghasilkan produksi makanan yang cukup untuk 75 juta penduduk. Petani kita jelas bergantung pada perdagangan," katanya.
"Jika kami tidak adil terhadap negara lain, maka risikonya kita akan dibalas oleh mereka, serta juga melanggar ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia," tambahnya.
Pelabelan negara asal

Vuong juga mendesak diberlakukannya kewajiban pelabelan negara asal produk buah naga yang lebih ketat, sehingga memungkinkan konsumen lokal memilih buah lokal daripada buah impor.
Awal tahun ini, UU Pelabelan Negara Asal Produk Makanan mulai diberlakukan. Aturan ini menentukan makanan yang tak dikemas, seperti buah dan sayuran, harus dilabel.
Namun, Vuong menilai pelabelan belum jelas bagi konsumen dan seharusnya labelnya dipasang di setiap buah, bukan hanya di kardus produk tersebut.
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya