Buaya Besar Sering Muncul, Ditpolairud Latihan Menyelam di Kolam Buatan

Sudah banyak pihak yang turut memanfaatkan kolam selam itu untuk latihan di antaranya TNI, Brimob, relawan, Mapala UPR dan lainnya.
Pihaknya sangat terbuka dengan hal itu karena sadar pembangunan kolam selam dan pengadaan peralatan selam yang harganya mencapai puluhan juta itu menggunakan uang negara.
Sehingga pihak lain juga berhak menggunakannya dengan prinsip sama-sama merawatnya dengan baik.
"Kami senang apa yang kami miliki bermanfaat untuk masyarakat. Kami ini pelayan masyarakat. Silakan saja siapa yang ingin latihan di kolam kami, silakan datang," jelas Pitoyo.
Langkah ini juga merupakan cara Ditpolairud Polda Kalteng mengenalkan dan menanamkan cinta bahari atau kelautan kepada masyarakat.
Harapannya, masyarakat juga mencintai laut atau perairan sehingga bersama-sama menjaga kelestariannya. (antara/jpnn)
Ditpolairud Polda Kalteng mengoptimalkan kolam sendiri untuk latihan menyelam karena di laut terkendala cuaca, sedangkan di Sungai Mentaya masih banyak buayanya.
Redaktur & Reporter : Boy
- Warga Palu Tewas Diterkam Buaya Saat Berenang di Pantai, Begini Kejadiannya
- Buaya yang Makan Bocah di Rohil Dibelah, tetapi Jasad Korban Tak Ditemukan
- Turun ke Lokasi Banjir, Walkot Pekanbaru Minta Warga Mewaspadai Buaya
- Ini Upaya Bea Cukai Optimalkan Pengawasan & Dukung Program P4GN di Sulsel dan Kalteng
- Bocah Diserang Buaya di Muara Pangkalbalam, Tim SAR Pangkalpinang Melakukan Pencarian
- 6 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Dilanda Banjir, BPBD: Tidak Ada Korban Jiwa