Buaya Raksasa Pemangsa Manusia Mati

jpnn.com, MUKOMUKO - Buaya pemangsa manusia mati seusai ditangkap pawang menggunakan pancing di Sungai Selagan, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu masih menyelidiki penyebab kematian hewan buas itu.
"Kami lakukan autopsi di Mukomuko, untuk mengetahui penyebab kematian buaya tersebut, hasil autopsi akan diketahui Senin (14/3)," kata kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu Said Jauhari dalam keterangannya di Mukomuko, Jumat.
Buaya yang diduga pemangsa manusia sepanjang sekitar empat meter ditangkap pawang di Sungai Selagan, Desa Tanah Rekah, Kabupaten Mukomuko.
BKSDA hari ini berencana mengevakuasi buaya raksasa pemangsa manusia yang ditangkap pawang di Sungai Selagan, Kabupaten Mukomuko, namun, batal karena buaya tersebut telah mati.
"Buaya tersebut tidak jadi kami evakuasi ke tempat penangkaran buaya di BKSDA. Bangkai buaya tersebut dikubur di Kabupaten Mukomuko," ujarnya.
Dia mengatakan buaya tersebut mati diduga karena ada luka bekas pancing yang digunakan oleh pawang untuk menangkap satwa tersebut.
Selain itu, dia mengatakan pihaknya masih menyelidiki apakah ada penyebab lain seperti bekas kekerasan pada tubuh buaya tersebut saat warga dan pawang menangkap buaya di Sungai Selagan.
Petugas BKSDA melakukan autopsi untuk mengetahui matinya buaya raksasa pemangsa manusia ini.
- Warga Palu Tewas Diterkam Buaya Saat Berenang di Pantai, Begini Kejadiannya
- Buaya yang Makan Bocah di Rohil Dibelah, tetapi Jasad Korban Tak Ditemukan
- Harimau Sumatra Berkeliaran di Ladang Warga, BKSDA Aceh Turunkan Tim
- Turun ke Lokasi Banjir, Walkot Pekanbaru Minta Warga Mewaspadai Buaya
- Sila Kedua Pancasila: Antara Filosofi, Realitas, dan Implementasi di Sekolah
- Bocah Diserang Buaya di Muara Pangkalbalam, Tim SAR Pangkalpinang Melakukan Pencarian