Budi Mulya Terancam Dipanggil Paksa
jpnn.com - JAKARTA - Timwas Century DPR akan melakukan pemanggilan paksa terhadap mantan deputi IV Bank Indonesia (BI) yang menolak menghadiri undangan Timwas saat sidang hari ini, Rabu (25/9). Walaupun, penolakan itu disampaikan secara resmi melalui surat.
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan, Timwas masih memberi kesempatan sekali lagi kepada tersangka kasus bailout Century itu untuk datang.
"Rapat intern memutuskan tetap panggil beliau (Budi Mulya) tanggal 2 Oktober 2013, bersamaan dengan Robert Tantular tentang ikhwal masalah Century," kata Priyo usai memimpin rapat Timwas.
Priyo juga menyarankan agar Budi Mulya datang dan menyampaikan apapun yang dia ketahui tentang pengucuran dana talangan senilai Rp6,7 triliun untuk Bank Century yang ditetapkan sebagai bank gagal dan berdampak sistemik.
"Saya sarankan beliau datang saja, jelaskan saja, karena kita cari solusi terbaik. Tidak perlu ada kekhawatiran apapun. Kalau tidak datang, beberapa anggota akan menyampaikan beberapa UU yang memungkinkan (Budi) dipanggil secara paksa," tegas Priyo.
Selain itu, Timwas juga berencana mengungjungi Siti Fajriyah (SCF), salah seorang mantan deputi BI yang saat ini dalam kondisi sakit. Nah, upaya Timwas mendatangi Siti menurut Priyo, karena keterangan juga diperlukan untuk menguak kasus Century lebih jelas.
"SCF, saya personal agak kurang sependapat (dikunjungi), tapi karena anggota setuju, kita cari waktu jenguk belau oleh tim kecil, waktu fleksibel melihat juga kesehatan beliau. Karena dia dianggap penting untuk dimintai keterangannya," tandas politikus Partai Golkar itu.(fat/jpnn)
JAKARTA - Timwas Century DPR akan melakukan pemanggilan paksa terhadap mantan deputi IV Bank Indonesia (BI) yang menolak menghadiri undangan Timwas
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Jampidum Terapkan RJ pada Kasus Anak Curi Perhiasan Ibu Kandung
- 5 Berita Terpopuler: Hari Guru Nasional, Mendikdasmen Beri 3 Kado, soal Tunjangan ASN dan Honorer Terungkap
- Prediksi Cuaca BMKG, Seluruh Jakarta Diguyur Hujan Siang Ini
- Nilai IKIP Kaltim Meningkat, Masuk Tiga Besar Nasional
- Yorrys Raweyai: DPD Akan Mengawal Proses Pembangunan PIK 2 Tangerang
- BPMK Lanny Jaya Diduga Potong Dana Rp 100 juta dari 354 Kampung