Buka Muspimnas, Gus Abe Minta Kader PMII Siap Hadapi Tantangan Zaman

Dia menyebutkan pada dekade 70 hingga 80-an ketika Orde Lama menguat, PMII turut berperan mengantarkan Indonesia ke era Orde Baru.
PMII juga berperan besar menghantarkan bangsa ini ke pintu gerbang reformasi.
"Kemudian, beralih pada tahun 2000-an, saat itu kita transisi demokrasi, yang biasa tertutup, tahun 2000an semuanya terbuka. Lalu kemudian, apa yang dirumuskan PMII saat ini tentu harus berbeda, respons zaman saat ini harus berbeda dengan tahun-tahun yang saya sebutkan," tuturnya.
Alumnus Magister Development and Governance, Institute of Political Science University of Duisburg-Essen, Jerman ini menyatakan, tantangan yang dihadapi kader PMII saat ini berbeda dengan era-era sebelumnya.
Dia menjelaskan, tantangan terbesar hari ini adalah kader PMII dihadapkan dengan ancaman krisis pangan, ancaman kepada perdamaian dunia, perubahan iklim, bonus demografi, perkembangan dan percepatan teknologi.
"Untuk itu, saya berharap formulasi kaderisasi dan nanti kami akan membahas paradigma PMII yang akan kita kontekstualisasi ulang karena itu sudah ditulis sekitar 20 hingga 30 tahun lalu," lanjutnya.
Tak hanya itu, dia juga berharap kader PMII diharapkan mampu menjawab perkembangan zaman dan profesi-profesi spesifik.
"Semoga PMII bisa menjawab dan membahas itu dalam Muspimnas. Karena ketika tidak membahasnya sekarang, harus menunggu dua sampai tiga tahun lagi menunggu kongres dan menunggu Muspimnas," jelasnya.
Ketua Umum PMII, Muhammad Abdullah Syukri berharap kadernya bisa menjawab tantangan zaman
- Solidaritas untuk Palestina, PMII Serukan Boikot 25 Merek Terafiliasi Israel
- PB IKA PMII Menggelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim
- Film tentang SU 1 Maret, Meninggikan Soeharto, Menghilangkan Peran Sultan HB IX
- Aktivis Muda: Kritikan Konstruktif Perlu untuk Beri Masukan Kepada Pemerintah
- Nakhodai IKA PMII, Fathan Subchi Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045
- Paksa Kepala Daerah Ikut Retret, Prabowo Disebut Mau Tiru Rezim Orde Baru