Bukan Kudeta
Oleh Dahlan Iskan

jpnn.com - LAJU kenaikan harga saham Tesla akhirnya terhenti. Tahun lalu saham Tesla naik gila-gilaan: lebih dari 100 persen.
Itu membuat pemilik Tesla Elon Musk tiba-tiba jadi orang terkaya No. 1 di dunia.
Minggu lalu roda saham berputar cepat. Gelar terkaya nomor 1 itu turun ke nomor 2. Bahkan gelar nomor 2 itu pun hanya sebentar saja. Minggu lalu turun lagi ke nomor 3 atau nomor 5.
Yang mengerem laju kenaikan saham Tesla itu ternyata pemain lama otomotif: Ford. Tidak disangka, Ford fleksibel dalam memutuskan untuk masuk ke mobil listrik.
Tesla menjadi tidak sendirian lagi di pasar mobil listrik Amerika. Apalagi Ford masuk ke mobil listrik dengan strategi yang amat jitu.
Semua ahli marketing akan menilai cara Ford masuk mobil listrik ini sangat pintar. Yakni manfaatkan brand legendaris di keluarga besar Ford: Mustang.
Merek Mustang bukan saja sukses di masa lalu –tersukses kedua setelah Model T– tetapi juga berhasil sangat melekat di hati orang Amerika. Sampai-sampai penggemar Mustang membuat persatuan yang sangat eksis.
Mustang telah diidentikkan dengan ke-macho-an. Seseorang yang mengendarai Mustang dianggap lebih laki-laki.
Namun persaingan bisnis ternyata tidak harus saling kudeta. Mereka bisa tetap saling respek.
- Tingtal Sebahu
- Mengulik Perbedaan Aion V Exclusive dengan Versi Luxury
- Solek Cleopatra
- Bridgestone Hadirkan 4 Produk Andalan di IIMS 2025, Ada untuk Mobil Listrik
- MG Cyberster, Roadster EV Futuristis yang Sukses Memukau Pengunjung di IIMS 2025
- Intip Kemewahan Interior Denza D9 yang Sedot Perhatian Pengujung IIMS 2025