Bukan Treadmill Tapi Kayak Siput
Klaim SBY Lebih Sukses Dibanding Pendahulunya
Sabtu, 12 Desember 2009 – 11:55 WIB
Bukan Treadmill Tapi Kayak Siput
JAKARTA -- Staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bidang hukum, Denny Indrayana, menyatakan sudah banyak kemajuan pemberantasan korupsi yang diraih pemerintahan saat ini dibanding pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Sebagaimana disampaikan SBY menjelang peringatan Hari Antikorupsi, Denny juga menyebutkan raihan kenaikan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang terus membaik. Salah satu PR yang akan segera dikerjakan, lanjutnya, adalah memberantas mafia hukum. Dia mengatakan, mafia hukum merupakan salah satu hambatan dalam upaya memberantas korupsi di tanah air.
Disebutkan, IPK pada 2004 hanya 2,0. Pada 2006 naik menjadi 2,4, turun lagi 2,3 pada 2007, dan pada 2008 mencapai 2,8. Mengenai izin pemeriksaan yang sudah dikeluarkan Preside SBY, jumlahnya mencapai 138 izin. "Sebelumnya nol, tak ada izin pemeriksaan yang dikeluarkan. Jadi mengalami kenaikan 1380 persen," ucap Denny Indrayana pada diskusi bertema 'Refleksi Pemberantasan Korupsi' di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (12/12).
Baca Juga:
Dengan prestasi tersebut, lanjut staf pengajar di UGM Yogyakarta itu, tidak bisa dikatakan upaya pemberantasan korupsi di era pemerintahan SBY jalan di tempat seperti treadmill. "Jalan di tempat jelas tidak, jalan cepat juga tidak. Yang jelas masih ada sejumlah PR (pekerjaan rumah, red) yang harus diselesaikan," ujarnya.
Baca Juga:
JAKARTA -- Staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bidang hukum, Denny Indrayana, menyatakan sudah banyak kemajuan pemberantasan korupsi yang
BERITA TERKAIT
- Pelajar Indonesia Raih Prestasi Gemilang dalam Ujian Cambridge International
- Berkontribusi Menekan Prevalensi Penyakit Kronis, Prodia Gelar Seminar Dokter Nasional
- Oneject Indonesia Luncurkan Mesin Hemodialisa & Kantong Cuci Darah, Menkes Bilang Begini
- Pemkot Sukabumi Tak Izinkan Kegiatan Pasar Kaget Selama Ramadan
- Setelah Ikut Retret, Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana Siap Sinergikan Program Pusat dan Daerah
- Keluarga Almarhumah Kesya Lestaluhu dan Kepala Suku Biak Mengadu ke Komnas Perempuan