Bulgalbi Ortodoks
Oleh: Dahlan Iskan
Kamis, 27 Februari 2025 – 07:44 WIB
.jpeg)
Dahlan Iskan. Foto/ilustrasi: Ricardo/JPNN.com
jpnn.com - Tiba kembali di Makelle saya bersiap salat Jumat. Pada pukul 06.45 masjid sudah hampir penuh.
Jumatannya di pukul 07.00? Aneh? Bukan tengah hari?
Tidak. Itu jam Ethiopia. Negara ini punya sistem jamnya sendiri.
Baca Juga:
Di jam dinding masjid terlihat jelas di mana letak jarumnya (lihat foto). Pun di jam satunya lagi, yang di kiri mimbar khotbah.
Bagi orang asing, mencocokkan jarum jam itu penting. Agar janji Anda tidak meleset sejauh enam jam.
Baca Juga:
Saya tidak perlu itu. Saya tidak punya alroji. Jam di layar HP saya tidak berubah. Tetap jam GMT minus berapa.
Ethiopia juga punya kalender sendiri: satu tahun 13 bulan. Tiap bulannya tidak ada yang tanggalnya sampai 31.