Bumi yang Tidak Bisa Dihuni
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Guterres mengatakan bahwa kode merah itu berlaku untuk semua negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Gutteres menyatakan bahwa pemanasan global telah menjadi penyebab bencana cuaca ekstrem di seluruh dunia ini.
Kalau manusia tidak mengambil sikap tegas dan masih menjalankan hidup ‘’business as usual’’ maka dalam 20 tahun ke depan cuaca ekstrem berisiko tidak lagi dapat dikendalikan.
Belasan ribu studi yang berkaitan dengan perubahan iklim menunjukkan bahwa penyebab utama kenaikan suhu adalah pembakaran bahan bakar fosil.
Salah satunya industri pembangkit listrik yang mayoritas bahan bakarnya masih menggunakan batubara.
Indonesia adalah salah satu penghasil dan pengekspor batu bara terbesar di dunia.
Karena itu, kita bisa tahu seberapa besar dosa kita terhadap lingkungan.
Belum lagi pembakaran dan pembalakan hutan liar yang masih tetap menjadi aktivitas yang tidak bisa dihentikan, karena kurangnya tekad politik.
Gutteres menyatakan bahwa pemanasan global telah menjadi penyebab bencana cuaca ekstrem di seluruh dunia ini.
- Jateng Siaga Bencana, Polisi Siapkan Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2025
- BMKG Ungkap Prediksi Cuaca Hari Ini, Cek Wilayah yang Dilanda Hujan
- Cuaca Ekstrem Berlanjut di Jateng hingga 15 Maret, Ramadan Waspada Bencana
- Waspada, BMKG Ungkap Wilayah Indonesia yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini
- Gubernur Herman Deru Ikuti Rakor Bersama Mendagri Secara Virtual, Bahas 2 Hal Penting
- BMKG Ungkap Penyebab Hujan hingga Cuaca Ekstrem Akhir-Akhir Ini