Bung Hatta, Buya Hamka dan Agresi Belanda di Bulan Puasa

"Hari bulan puasa. Malam agak panjang," tulis Hamka. "Akhirnya putus mufakat untuk mendirikan badan persatuan, diberi nama Front Pertahanan Nasional (FPN)."
Rapat bersepakat mengangkat lima formatur untuk menyusun front pertahanan itu. Terpilih Hamka, Khatib Sulaiman, Udin, Karim Halim dan Rasuna Said. Yang disebut terakhir mewakili kaum Bundo Kanduang. Rasuna Said seorang perempuan.
"Khatib Sulaiman yang memang ahli menyusun organisasi, mengusulkan kelima formatur langsung jadi penyelenggara atau motor dari front ini yang dinamai Sekretariat Front Pertahanan Nasional," ungkap Hamka.
Untuk ketua sekretariat itu, Khatib Sulaiman yang menurut Hamka dikenal sebagai tokoh pemuda golongan kiri di Padang mengusulkan, "Hamka!".
Sutan Sulaiman dari PNI menyambung, "Hamka!"
"Hamka!" seru Datuak Batuah dari PKI.
"Hamka!" kata Juir Muhammad dari Partai Sosialis.
Kalangan pemuda dari Pesindo, Hizbullah, Sabilillah bersorak pula, "Hamka!"
BUNG Hatta dalam perjalanan ke Pematang Siantar, ibukota Propinsi Sumatera ketika pasukan Belanda melancarkan agresi ke kota itu, Juli 1947. Puan
- BI Buka Layanan Penukaran Uang untuk Idulfitri 2025, Catat Lokasinya!
- Serangan Umum 1 Maret, Klaim & Versi (daripada) Soeharto
- Bangsa Pelupa dan Pemaaf, Sebuah Refleksi Tentang Karakter Kolektif Indonesia
- Waka MPR Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan ke Generasi Muda Lewat Pemikiran Bung Hatta
- Redistribusi Aset & Semangat Demokrasi Ekonomi
- Sejarah Etnik Simalungun dan Kepahlawanan Rondahaim Saragih