Bung Karno dan Proyek ‘Mustika Rasa’, Cita-cita Kuliner Indonesia Sejajar dengan Hidangan Eropa

Catatan lain tentang selera Bung Karno, ialah pada usia senjanya tampak fit karena biasa sarapan roti lebar dengan madu.
Selain itu, kesan Bung Karno sebagai seniman yang mencintai keindahan juga berlaku saat makan sayur lodeh, yang minta secara khusus agar nasinya tidak panas, tetapi justru dihangatkan dari kuah lodehnya.
“Jadi, ketika disiramkan ke nasi, rasanya pas," katanya.
Sebaliknya, lanjut Gaffar, kalau nasinya hangat, lodehnya dingin, maka akan menurunkan suhu yang justru diserap sayurnya.
"Prinsipnya, nasinya dihangatkan oleh sayur. Ini tak terbayangkan oleh banyak orang,” kisah pemilik gelar master dari Department of Asian Studies and Languages, The Flinders University of South Australia dan doktor ilmu politik dari UGM ini.
Hal lain yakni Bung Karno tak suka sayurnya diberi garam.
Bung Karno ingin menggarami makanannya di setiap suapan.
Menentukan sendiri karakter di setiap suapan.
Abdul Gaffar Karim menegaskan bahwa Proklamator Kemerdekaan RI yang juga Presiden Pertama RI Soekarno alias Bung Karno punya cita-cita agar masakan asal Indonesia berdiri sama tinggi dengan hidangan Eropa.
- Ambil Alih 99% Saham CKBD, CBDK Hadirkan Hotel Bintang 5 di Kawasan NICE
- Destinasi Belanja Favorit di PIK, Merayakan Lebaran dengan Gaya
- Brand Kuliner Ini Berbagi Berkah Ramadan ke Panti Jompo
- Ralali Siap Dukung Perjalanan Mudik Lebih Nyaman
- UMKM Kuliner Ini Bangkit Setelah Dapat Suntikan Dana, Omzet Berlipat-lipat
- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Dorong Anak Muda Gelar Festival Kuliner UMKM di 35 Kabupaten/Kota