Bursa Suram, Lelang SUN Gagal
Rabu, 10 September 2008 – 12:05 WIB

Bursa Suram, Lelang SUN Gagal
Kemarin, indeks bursa kawasan melorot. Berdasarkan data Bloomberg, indeks Nikkei Jepang turun 223,81 poin (1,77 persen) menuju level 12.400,65. Indeks Hang Seng melorot drastis 303,16 poin (1,46 persen) ke level 20.491,11. Indeks Kospi Korea turun 1,5 persen. Indeks STI di Singapura melorot 1,4 persen ke level 2.660.
Menurut dia, investor melakukan aksi ambil untung terkait sentimen negatif semakin lemahnya harga minyak mentah. Aksi profit taking dilakukan investor asing, dan berefek domino ke sektor lainnya. ”Semua saham berbasis komoditas dan pertambangan akhirnya tertekan,” jelasnya. Saham pertambangan dan perkebunan kemarin turun lebih dari 6 persen.
Poltak memandang, sentimen penguatan indeks belum akan terjadi dalam waktu dekat ini. Melemahnya harga minyak hingga ke level USD 106 per barel menjadi faktor utama. Menurut dia, ada sejumlah negara anggota OPEC yang tidak sepakat untuk mengurangi produksi guna mengerek kembali harga minyak. ”Ada beberapa negara yang tidak mau mengurangi produksi. Itu akan menyulitkan, dan membuat harga minyak terus dalam tren penurunan,” terangnya. ”Artinya, saham-saham berbasis komoditas masih dalam tren pelemahan,” imbuhnya.
Saham-saham komoditas yang kemarin melorot, antara lain, AALI, ITMG, PTBA, BUMI, INCO, dan ANTM. Bahkan, saham perusahaan dengan kapitalisasi pasar nomor wahid, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), terkorkeksi 10,2 persen ke level Rp 3.950. Itu merupakan harga saham terendah BUMI sejak 2008. ”Bursa regional yang melemah dan efek dari margin call semakin membawa sentimen negative,” imbuh analis saham PT Optima Securities Ikhsan Binarto.
JAKARTA – Volatilitas tinggi masih menghantui sektor finansial. Harga saham berguguran, kurs rupiah kembali melorot. Bahkan, lelang Surat Utang
BERITA TERKAIT
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump