Buru Pembajak, Keliru Ledakkan Kapal Ikan
Kamis, 27 November 2008 – 06:58 WIB

Buru Pembajak, Keliru Ledakkan Kapal Ikan
KUALA LUMPUR - Pekan lalu, mata dunia tertuju pada Angkatan Laut (AL) India yang berpatroli di Teluk Aden. Pasalnya, mereka mengklaim telah berhasil melumpuhkan kapal bajak laut Somalia yang beberapa hari sebelumnya sukses menawan supertanker Arab Saudi, The Sirius Star. Tapi, belakangan diketahui, kapal yang dihancurkan itu ternyata bukan milik bajak laut.
"Yang mereka ledakkan itu ternyata kapal pukat ikan milik nelayan Thailand," terang Noel Choong, pimpinan Biro Maritim Internasional (IMB), kemarin (26/11). Parahnya, kapal yang sudah telanjur diluluhlantakkan itu juga korban pembajakan perompak laut Somalia. Kesalahpahaman yang berujung ledakan kapal pukat itu mengakibatkan seorang awak kapal asal Thailand tewas.
Baca Juga:
Empat hari setelah kapal pukat itu diledakkan, kata Choong, salah seorang awak kapal yang berasal dari Kamboja diselamatkan nelayan setempat. Namun, hingga saat ini, 14 awak lainnya masih dinyatakan hilang. Sedangkan menurut BBC, kapal Ekawat Nava 5 itu sudah tidak berbentuk lagi.
Namun, AL India membela diri. Mereka menegaskan bahwa kapal pukat ikan yang mereka duga kapal induk bajak laut itu melepaskan tembakan lebih dahulu ke arah mereka. "Kami sudah memerintahkan mereka berhenti untuk keperluan penyelidikan. Tapi, mereka malah membalasnya dengan ancaman akan meledakkan kapal kami," ujar juru bicara AL India Nirad Sinha seperti dilansir Agence-France Presse. (hep/ttg)
KUALA LUMPUR - Pekan lalu, mata dunia tertuju pada Angkatan Laut (AL) India yang berpatroli di Teluk Aden. Pasalnya, mereka mengklaim telah berhasil
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar