Buruh Tani Perempuan di Australia Dipaksa Bekerja Hanya Mengenakan Pakaian Dalam

"Setidaknya pemerintah tahu siapa saja para pemilik lahan tersebut," katanya.
Departemen Dalam Negeri Australia menolak mengatakan apakah pemilik lahan yang sudah pernah dinyatakan bersalah karena tindakan terhadap para pekerja migran masih tetap akan diperbolehkan mempekerjakan yang lain untuk perpanjangan visa.
Namun departemen tersebut mengatakan "seluruh pekerja di Australia memiliki hak dan perlindungan yang sama, tidak tergantung kepada kewarganegaraan atau status visa mereka".
"Departemen Dalam Negeri bekerja sama dengan Fair Work Ombudsman untuk mendukung dan mendorong pekerja asing untuk melaporkan eksploatasi yang mereka alami," kata juru bicara Departemen.
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari artikel di sini
Sejumlah perempuan 'backpacker' yang bekerja di pertanian Australia mengaku telah mengalami pelecehan seksual dari majikannya
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Remaja Pelaku Pencabulan 16 Anak di Pinrang Diringkus Polisi