Burung yang Cerdas: Apa yang Anda Ketahui Tentang Kakatua Berjambul Kuning?


Bila sebagian pihak mengagumi kepintaran mereka, para petani justru menganggap burung ini sebagai penghancur.
Sebagai spesies asli mereka seharusnya dilindungi, namun terkadang justru ditembaki. Ini ilegal di Australia, kecuali jika dilakukan oleh mereka yang memiliki izin khusus untuk mengendalikan mereka sebagai hama.
Burung-burung ini merusak bangunan. Mereka pernah menyebabkan kerusakan senilai A$50.000 (atau sekitar Rp500 juta) pada atap National Herbarium of New South Wales dan, dalam kasus lain, kerusakan senilai A$80.000 (sekitar Rp800 juta) pada kabel jaringan broadband.

Tidak jelas mengapa mereka melakukan hal semacam ini. Mereka mungkin saja sedang mengasah paruhnya – tapi jika betul begitu, sepertinya mereka terlalu sering mengasah!
"Bisa jadi ini merupakan salah satu kelakuan buruk mereka," kata Dr John Martin, sambil menambahkan bahwa itu mungkin dilakukan karena kebosanan atau bermain-main, dan tidak semua kakatua berperilaku seperti ini.
Dia mengatakan, perlu ketekunan dalam mengusir mereka. Anda dapat menyemprotnya dengan air, memasang kawat di atas pagar, atau menggunakan jaring pengaman burung.
Burung kakatua dikenal sebagai salah satu hewan yang pintar dan ada yang bisa hidup selama 100 tahun
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi