Bus TransJakarta Kecelakaan Lagi, Yayat Supriatna: Harus Ada Evaluasi

Akademisi dari Universitas Trisakti itu mengatakan manajemen harus menargetkan nihil kecelakaan setelah adanya evaluasi tersebut.
Apa lagi, dia menegaskan, kecelakaan itu menyangkut nyawa manusia karena TransJakarta termasuk angkutan massal.
Tidak hanya evaluasi dari manajemen, Yayat mendorong ada pemeriksaan menyeluruh kepada awak atau sopir dan armada bus terkait kelaikan.
Adapun pemeriksaan awak bus itu menyangkut kesehatannya.
Untuk pemeriksaan armada bus, apabila sudah berusia di atas lima tahun maka harus dilakukan pemeliharaan rutin.
"Persoalan kesehatan memengaruhi bagaimana dia membawa kendaraan. Kemudian, cek lagi kendaraannya apa laik jalan atau tidak. Kalau usia kendaraan di atas lima tahun, harus ada pemeliharaan rutin," katanya.
Dalam kurun waktu 40 hari, ada lima kecelakaan, yakni di Cawang, Jakarta Timur, yang menyebabkan sopir dan penumpang bus TransJakarta tewas.
Selain di Cawang, juga ada kecelakaan tunggal di Senen, Jakarta Pusat, serta Gandaria, Jakarta Selatan.
Bus TransJakarta kembali mengalami kecelakaan lalu lintas. Yayat Supriatna meminta dilakukan evaluasi terhadap TransJakarta.
- 8 Orang Tewas Kecelakaan Selama Arus Mudik 2025 di Aceh
- Transjakarta Ubah Jam Operasional Saat Lebaran, Mulai Pukul 09.00 WIB
- Detik-detik Kecelakaan Maut di Tol Ring Road Cengkareng, Inilah Daftar Korban Tewas
- Perusahaan Travel Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penipuan
- Detik-detik Kecelakaan di Tol Cipali Hari Ini, Ada Korban Tewas
- 2 Mobil Tabrakan di Tol Cipali, Satu Pemudik Tewas