Butuh Kerja Keras Untuk Bisa Tinggal Lebih Lama di Australia
Selama tinggal di Sydney, lulusan akuntansi dari Universitas Indonesia ini mengaku pernah tinggal di sebuah apartemen, dimana dalam satu kamar ia berbagi bersama lima orang lainnya dengan tempat tidur bertingkat.
"Di Sydney sepertinya sudah wajar dengan apartemen yang satu kamarnya diisi empat sampai lima orang," katanya.
"Jadi di satu unit apartemen dihuni oleh delapan sampai sembilan orang," katanya.
Terlepas dari kesulitannya, Melinda malah ingin memperpanjang program WHV-nya menjadi dua tahun.
Salah satu persyaratan untuk bisa mengikuti program WHV di tahun kedua adalah bekerja di kawasan Australia utara atau di perkebunan. Melinda pun memutuskan untuk pergi ke negara bagian Queensland.
"Saya bekerja di kawasan bernama Lakeland, benar-benar di pedalaman dengan fasilitas yang minim, tidak ada penduduknya, hanya ada pekerja perkebunan."
Melinda mengaku dirinya adalah satu-satunya pekerja yang menggunakan kerudung, tetapi ia tak pernah mendapat perilaku yang diskriminatif dengan identitasnya.
- Upaya Bantu Petani Indonesia Atasi Perubahan Iklim Mendapat Penghargaan
- Dunia Hari Ini: Tanggapan Israel Soal Surat Perintah Penangkapan PM Netanyahu
- Dunia Hari Ini: Warga Thailand yang Dituduh Bunuh 14 Orang Dijatuhi Dihukum Mati
- Biaya Hidup di Australia Makin Mahal, Sejumlah Sekolah Berikan Sarapan Gratis
- Rencana Australia Membatasi Jumlah Pelajar Internasional Belum Tentu Terwujud di Tahun Depan
- Dunia Hari Ini: Konvoi Truk Bantuan Untuk Gaza Dijarah Kelompok Bersenjata