Buya
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Karena itu, Gus Dur menyebut trio itu sebagai ‘’Tiga Pendekar Chicago’’. Sebutan ini menunjukkan respek Gus Dur kepada tiga orang itu.
Biasanya, Gus Dur suka selengean dan bisa saja menyebut ‘’Mafia Chicago’’, sebagaimana sebutan ‘’Mafia Berkeley’’ untuk menyebut gang pemikir ekonomi liberal anak buah Widjojo Nitisastro. Akan tetapi, Gus Dur memilih menyebut Tiga Pendekar sebagai rasa hormat kepada tiga orang itu.
Tiga pendekar itu sama-sama lulus dari satu padepokan dan belajar ilmu yang sama.
Dalam perjalanannya kemudian mereka menjadi pendekar dalam gerakan pemikiran Indonesia. Nurcholish Madjid sudah terlebih dahulu wafat pada 2005, dan Syafii Maarif wafat Jumat hari ini (27/5) dalam usia 87 tahun.
Tiga pendekar itu berbeda jalan. Nurcholish Madjid, Cak Nur, adalah pendekar pemikiran Islam liberal yang kontroversial.
Gagasannya mengenai sekularisasi menjadi kontroversi terbesar dalam sejarah pemikiran Islam Indonesia.
Jargon Cak Nur ‘’Islam Yes, Partai Islam Yes’’ ditentang sekaligus dikagumi oleh banyak intelektual Indonesia.
Syafii Maarif memilih jalan yang lebih teduh dan aman ketimbang Cak Nur.
Buya Syafii Maarif lebih memilih jalan Islam sebagai rahmatan lil alamin, Islam sebagai perekat dan pengayom kebhinekaan.
- Muhammadiyah Kritik Tren Kartu Lebaran Tanpa Ucapan Mohon Maaf Lahir Batin
- Makna Idulfitri 1446 Hijriah: Momen Kebersamaan, dan Berbagi
- Muhammadiyah Jakarta Minta Izin kepada Pramono Terkait Pembangunan Universitas
- Mendes Yandri Berkolaborasi dengan PP Muhammadiyah Kuatkan Ekonomi dan Dakwah di Desa
- Bicara di Forum LHKP Muhammadiyah, Saleh: Pak Prabowo Itu Tidak Macam-Macam
- Danone Indonesia dan MPKU Muhammadiyah Gelar Edukasi Akbar Sekolah Sehat