Buya
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Buya Syafii lebih terinspirasi oleh pemikiran Fazlur Rahman, intelektual Pakistan yang menjadi suhu pemikiran pembaruan Islam yang lebih liberal.
Sama dengan Cak Nur, Buya sangat terpengaruh oleh pemikiran Fazlur Rahman.
Buya banyak memperkenalkan gagasan Fazlur Rahman. Puluhan buku yang ditulis Buya hampir selalu mengutip pemikiran Fazlur Rahman.
Buya Syafii juga banyak terpengaruh dengan pemikiran Muhammad Iqbal, ulama, intelektual, dan pujangga dari Pakistan.
Iqbal memperkenalkan rekonstruksi pemikiran Islam dengan mengadopsi sumber-sumber intelektual Barat.
Pemikiran Iqbal juga sangat sufistik, dan hal itu memengaruhi Buya yang sering mengutip Jalaluddin Rumi.
Tidak heran jika Buya lebih memilih jalan progresif yang damai.
Amien Rais lebih dekat dengan pemikiran M. Natsir dan lebih konsisten menempuh jalan politik yang dirintis Natsir melalui Masjumi. Cak Nur dijuluki sebagai Natsir Muda, tetapi pemikiran Cak Nur mengenai penerapan syariah Islam berbeda dengan Natsir ‘’Tua’’.
Amien lebih konsisten dengan pemikiran Natsir muda maupun Natsir Tua. Di mata Amien, Natsir merupakan pemimpin umat yang berhasil mengombinasikan intelektualisme dan keulamaan dengan seimbang.
Buya Syafii Maarif lebih memilih jalan Islam sebagai rahmatan lil alamin, Islam sebagai perekat dan pengayom kebhinekaan.
- Muhammadiyah Kritik Tren Kartu Lebaran Tanpa Ucapan Mohon Maaf Lahir Batin
- Makna Idulfitri 1446 Hijriah: Momen Kebersamaan, dan Berbagi
- Muhammadiyah Jakarta Minta Izin kepada Pramono Terkait Pembangunan Universitas
- Mendes Yandri Berkolaborasi dengan PP Muhammadiyah Kuatkan Ekonomi dan Dakwah di Desa
- Bicara di Forum LHKP Muhammadiyah, Saleh: Pak Prabowo Itu Tidak Macam-Macam
- Danone Indonesia dan MPKU Muhammadiyah Gelar Edukasi Akbar Sekolah Sehat