Buyung Hadiri Sidang Perdana Anand Krishna
Kamis, 26 Agustus 2010 – 06:23 WIB

Buyung Hadiri Sidang Perdana Anand Krishna
JAKARTA - Spiritualis terdakwa pelecehan seksual Anand Krishna menjalani sidang perdana di Pengadilan Jakarta Selatan kemarin (25/8). Sebelum sidang yang tertutup untuk umum itu dimulai Advokat senior Adnan Buyung Nasution sempat masuk ke dalam ruang sidang.
"Saya hanya ingin memantau persidangan ini," kata Adnan saat ditemui setelah keluar dari ruang sidang. Dia mengatakan, kehadirannya ingin menyaksikan, jalannya sidang. Selain itu dirinya berharap agar persidangan berjalan adil, bebas dan objektif.
Baca Juga:
Saat ditanya apakah menurutnya Anand bersalah atau tidak, Adnan pun secara lugas langsung menjawab pertanyaan tersebut. "Saya tidak tahu saya kan bukan anggotanya. Kita serahkan saja ke persidangan," ucapnya.
Selain Adnan, puluhan orang, baik dari pendukung maupun penentang Krishna memadati ruang sidang. Ruang sidang Ali Said yang tak terlalu luas itu pun mendadak berjelalan. Meski begitu, tidak terjadi keributan sedikitpun pada saat persidangan. Puluhan penentang krisna yang didominasi perempuan muda mengenakan kaos putih bertuliskan tolak kekerasan seksual. Setelah siap memulai persidangan Ketua Majelis Hakim Hari Sasangka meminta kepada semua pengunjungtermasuk wartawan peliput meninggalkan ruang sidang.
JAKARTA - Spiritualis terdakwa pelecehan seksual Anand Krishna menjalani sidang perdana di Pengadilan Jakarta Selatan kemarin (25/8). Sebelum sidang
BERITA TERKAIT
- Dukung SDM Unggul, Hutama Karya Siapkan Program Pengembangan Talenta
- TB Hasanuddin Kecam Penyerangan Polres Tarakan yang Dilakukan TNI
- Wamendagri Apresiasi Megawati atas Dukungan untuk Retret Kepala Daerah
- Usut Gratifikasi Pejabat Pajak, KPK Periksa Bos PT Cakra Kencana Indah dan PT Mitra Adiperkasa
- TB Hasanuddin Minta Puluhan Prajurit TNI yang Serang Polres Tarakan Dihukum Berat
- Skolla Menggandeng Kemendikdasmen, Gelar Program NLRP 2025