Cabut Perpres Tenaga Kerja Asing!
jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro mendesak Perpres Tenaga Kerja Asing nomor 20 tahun 2018 dicabut.
"Perpres ini bisa dikatakan sebagai wujud ketertundukan pemerintah Indonesia terhadap kemauan para investor asing," kata Nizar yang juga ketua umum Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria).
Menurutnya, pemerintah lupa bahwa Indonesia memiliki dua keunggulan yang menjadi incaran para investor, yaitu sumber daya alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang sangat besar. Kedua-duanya menguntungkan dari segi produksi dan pemasaran.
Selain itu Indonesia juga memiliki (gross domestic product (GDP) yang sangat besar yakni USD 1000 triliun.
Dalam skala peringkat, GDP Indonesia bertengger di level 16 besar dunia.
"Artinya, Indonesia adalah pangsa pasar yang sangat menggiurkan," ujarnya.
Karena itu, Nizar berpendapat sangat profitable apabila menanam investasi di Indonesia.
"Di satu sisi dekat dengan bahan baku, di sisi yang lain juga sudah ada ratusan juta orang yang siap membeli produk yang dihasilkan," paparnya.
Tenaga kerja asing tidak wajib belajar bahasa sehingga tak mengerti budaya Indonesia.
- Kantor Imigrasi Bekasi Sosialisasikan Golden Visa Untuk Gaet Top Investor
- Wamenaker Afriansyah Apresiasi Hasil Regional Workshop Tenaga Kerja Asing, Ini Harapannya
- Kemnaker Ajak Negara ASEAN & Asia Pasifik Bersinergi dalam Penggunaan Tenaga Kerja Asing
- Gelar Workshop Penggunaan TKA di Negara ASEAN, Menaker Ida: Kami Harus Jaga Standar
- Menaker Ida: Kerja Sama Indonesia & Libya di Bidang Ketenagakerjaan Segera Terwujud
- Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi Berharap Banyak Peserta SSW Bekerja di Jepang