Cacing Gelang Bisa Bantu Ilmuwan Atasi Penyakit Parkinson’s dan Alzheimer’s

"Apa yang kami temukan adalah bahwa ada komunikasi yang sangat penting dengan syaraf itu sendiri dan struktur yang ada di sekitar syaraf - dalam hal ini, kulit hewan," sebutnya.
Ia menjelaskan, "Syaraf ini adalah impuls otak (neuron) ‘mechanosensory’ -neuron yang memungkinkan kita untuk mendeteksi sentuhan ringan pada kulit -jadi kami menemukan bahwa cara neuron berdegenerasi tergantung pada interaksi dalam syaraf itu sendiri dan jaringan di sekitarnya."
Dr Massimo mengatakan, penelitian ini bisa membantu para ilmuwan memahami bagaimana neuron syaraf dirusak dalam kondisi degenerasi syaraf.
"Molekul-molekul yang memediasi komunikasi ini adalah molekul yang sama yang dilestarikan dalam sistem yang lebih tinggi seperti pada tikus dan manusia," ungkapnya.
Ia mengemukakan, "Jadi kami berpikir bahwa ini benar-benar bisa membantu kami untuk memahami lebih baik bagaimana syaraf mengalami degenerasi menyusul cedera atau penyakit degeneratif syaraf."
Dr Massimo mengatakan, cacing gelang kecil ini berbeda dengan cacing gelang yang ditemukan pada kucing dan anjing.
"Mereka berasal dari keluarga yang sama; mereka nematoda dan mereka non-parasit. Yang kami gunakan di laboratorium disebut ‘Caenorhabditis elegans’ (C. elegans) dan telah digunakan selama 40 tahun terakhir sebagai sistem model genetik,” utaranya.
"Mereka bisa ditemukan di mana saja di tanah dan mereka seukuran koma dalam sebuah buku teks, sehingga mereka benar-benar kecil," imbuhnya.
Seekor cacing gelang transparan yang kecil, yang hidup di kotoran, bisa membantu para ilmuwan untuk memahami bagaimana memperlakukan syaraf terluka
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia