Cahaya Zakat: Sinergi Muzaki, Amil, dan Mustahik untuk Kesejahteraan Umat

Cahaya Zakat: Sinergi Muzaki, Amil, dan Mustahik untuk Kesejahteraan Umat
Ilustrasi membayar zakat. Foto: Baznas

jpnn.com, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyatakan pentingnya sinergi antara muzaki, amil, dan mustahik dalam mewujudkan kesejahteraan umat melalui zakat.

Hal ini disampaikan dalam acara "Pengajian Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman" bertema "Nilai Spiritual Ramadhan Menghidupkan Cahaya Zakat Bagi Muzaki, Amil, dan Mustahik" yang disiarkan melalui kanal BAZNAS TV di YouTube, Selasa (18/2).

Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS Nadratuzzaman Hosen menekankan zakat di bulan Ramadhan memiliki dimensi ekonomi dan sosial yang besar.

Dia menyampaikan, melalui tagline "Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik", BAZNAS ingin memperkuat kesadaran bahwa zakat bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga solusi ekonomi yang berkelanjutan.

Menurut Nadratuzzaman, dalam ekosistem zakat, muzaki memiliki tanggung jawab menunaikan kewajiban, amil berperan sebagai perantara yang menyalurkan zakat dengan amanah, dan mustahik menjadi penerima manfaat yang didorong keluar dari lingkaran kemiskinan.

Dia juga menyoroti tantangan ekonomi saat ini, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) dan usaha yang gulung tikar, di mana zakat dapat menjadi instrumen penting dalam membantu masyarakat.

Sementara itu, Kepala LSP BAZNAS Muhammad Choirin menambahkan bahwa amil memiliki peran strategis sebagai jembatan antara muzaki dan mustahik.

Amil tidak hanya mendistribusikan zakat, tetapi juga memastikan mustahik mendapatkan manfaat berkelanjutan yang mampu meningkatkan taraf hidup mereka.

Cahaya Zakat BAZNAS hadir sebagai wujud sinergi muzaki, amil, dan mustahik demi kesejahteraan umat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News