Calon Bintang Harus Tidur Siang, Main Bola Maksimal 1,5 Jam
Sabtu, 26 Februari 2011 – 08:08 WIB

Calon Bintang Harus Tidur Siang, Main Bola Maksimal 1,5 Jam
Kemudian, setelah berusia 16 tahun, latihan kebugaran seperti fitnes dan aerobik mulai dikenalkan sedikit demi sedikit, namun selalu disatukan dengan latihan dengan bola. Metode itu, lanjut Puig, membuat pemain memiliki kemampuan luar biasa dalam menguasai bola.
"Saat Barcelona bermain, mereka seperti dilarang memainkan umpan-umpan udara. Bola harus menjejak tanah. Umpan-umpan pendek haruslah mengalir cepat. Itulah yang diajarkan di La Masia. Kita pun pasti senang bermain dalam tim seperti ini. Saat kita senang, dengan mudah kita meraih kemenangan," paparnya.
Adakah klub yang meniru model La Masia, yang hanya memakan biaya hanya sepersepuluh dari uang transfer 50 juta euro bagi Fernando Torres yang dibayar Chelsea ke Liverpool" "Klub lain seperti Real Madrid memiliki satu sistem akademi yang bagus juga. Bedanya, mereka tidak memakai pemain lulusan akademinya. Itu sama dengan membuat satu Ferrari tapi tidak pernah dipakai," ujar Puig lantas memberikan selamat karena masih sempat mengunjungi La Masia sebelum direstorasi empat bulan lagi.
La Masia memang akan ditutup akhir musim kompetisi 2010-2011 atau sekitar Juni mendatang. Penggantinya adalah fasilitas baru berkapasitas 70?80 orang di Ciudad Deportiva di Sant Joan Despi. "Fasilitas yang baru sangat modern," ungkap Fuig.
Jika rakyat Indonesia hari-hari ini sedang memperjuangkan terbentuknya tim sepak bola yang tak terkalahkan, warga Barcelona sudah mewujudkannya.
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara