Calon Pendeta di Palangka Raya Sembuh dari COVID-19, Ini Ceritanya

Ergon mengaku satu ruang dengan kenalannya yang juga positif COVID-19. Mereka berkomunikasi secara intensif meski melalui saluran telepon.
"Walau berdekatan, kami tidak boleh kontak langsung, tetap menggunakan saluran telepon. Dia kondisinya baik-baik saja dan semoga beberapa hari ke depan juga mendapat konfirmasi negatif atau sembuh," harapnya.
Menurutnya, saat dinyatakan sembuh dan bisa keluar dari rumah sakit, tentu merupakan kabar yang sangat menggembirakan. Hanya saja, bukan berarti ia pergi meninggalkan rumah sakit, melainkan pergi dari salah satu zona nyaman karena selama ini pelayanan sangat baik.
Ia menegaskan kekhawatiran pasti ada dalam dirinya dan orang-orang yang menjadi PDP maupun ODP. Namun, kelolalah kekhawatiran itu dengan baik dan jangan sampai kalah dengannya.
Sementara itu, Direktur RSUD Doris Sylvanus Yayu Indriaty mengatakan Ergon merupakan pasien kedua yang dinyatakan sembuh untuk kasus positif COVID-19 di Kalteng.
"Statusnya sembuh dan diperbolehkan kembali ke rumah. Namun, pada kondisi saat ini, ia tetap harus berhati-hati, karena ia tidak kebal terhadap COVID-19 dan tetap berpotensi terkena kembali, jika kontak dengan seseorang yang positif COVID-19," katanya. (antara/jpnn)
Setelah pulang dari Bogor, calon pendeta ini mulai demam, menggigil, batuk dan vertigo..
Redaktur & Reporter : Adek
- Bocah Tewas Terseret Banjir di Palangka Raya
- Pasutri Ini Terancam 20 Tahun Penjara, Kasusnya Berat
- Memiliki 8 Paket Sabu-Sabu, Pria di Palangka Raya Terancam Hukuman Berat
- Wanita Pengedar Narkoba di Palangka Raya Ini Terancam Hukuman Berat
- Pemilik 99 Gram Sabu-Sabu Wanita & Pria Terancam 20 Tahun Bui
- Istri Polisi di Palangka Raya Menipu 2 Orang Mencapai Rp 315 Juta