Cantiknya Batur Organic Park di Antara Tambang Galian C

Badan juga mengelola peternakan sapi, cacing dan tambak ikan. Badan mengatakan sudah mengembangkan taman organik ini sejak 1998 silam.
Sejak saat itu, dia terus mengembangkan berbagai inovasi untuk memajukan pertanian di Yeh Mampeh.
Salah satunya menerapkan agrowisata pola pertanian terpadu dengan memanfaatkan semua yang ada di taman itu.
"Prosesnya mulai dari kami beri makan sapi dengan rumput, kemudian kotoran sapi kami pakai untuk biogas dan budidaya cacing. Lalu bagian dari kotoran di cacing kami pakai untuk pupuk tanaman. Cacingnya dibudidayakan untuk menjadi obat. Jadi berputar pemanfaatannya," papar Badan.
Dia mengerjakan taman organik itu dibantu lima pekerja. Badan juga mengajak masyarakat sekitar agar bisa termotivasi mengembangkan pertanian terintegrasi ini.
Harapannya itu sekaligus untuk menghijaukan kembali lereng Gunung Batur. Suasana di taman organik ini dibuat Badan senyaman mungkin. Pasalnya sejumlah wisatawan sering kali berkunjung ke taman tersebut.
Hampir 80 persen tanaman di Batur Organic Park adalah organik dengan inovasi pertanian terpadu.
- Pemerintah Menegaskan Tata Kelola Daur Ulang Limbah Baterai EV Sangat Penting
- 2 Terminal PET Raih Proper Hijau dari KLHK
- KLH Menyegel TPS Sementara di Pasar Caringin
- Menteri LH Minta Kepala Daerah Berkomitmen Menuntaskan Permasalahan Sampah
- 5 Persemaian Skala Besar Diresmikan untuk Mendukung Rehabilitasi Hutan dan Lahan
- Komitmen Mengurangi Sampah, PT Godrej Consumer Products Raih Penghargaan KLHK