Capres-Cawapres Indonesia Diminta Lebih Fokus Ke Energi Terbarukan

Dari Semarang, Jawa Tengah, Faizzan Mangkoedipoero berpendapat energi terbarukan hukumnya wajib untuk mengganti energi yang bersumber dari fosil, yang jumlahnya sangat terbatas.
"Energi baru diperlukan buat meregenerasi energi sebelumnya yang mungkin sudah mulai habis menipis. Lagipula, energi dan lingkungan itu saling berkaitan, bersimbiosis mutualisme."
"Tidak bisa dilepaskan antara energi bersumber fosil yang diproduksi terus-terusan dengan dampak lingkungannya. Istilah saya, ini adalah dari lingkungan untuk lingkungan," ujar pemuda yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini.
Kepada ABC, Siti Aisah Suharjo, asal Jakarta, bahkan tegas menyebut energi terbarukan harus digunakan secara besar-besaran demi pelestarian lingkungan.
"Energi solar (surya) contohnya. Memanfaatkan sinar matahari. Efektif, efisien dan ramah lingkungan," sebut perempuan yang tengah menempuh studi di Jerman ini.
Di sisi lain, warga Denpasar, Bali, Olivia Dianina memberi catatan bahwa apapun program energi terbarukan yang direncanakan, ada hal lain yang harus diutamakan.
"Yang penting adalah implementasinya khususnya untuk bisa membuat proyek-proyek energi terbaharukan lebih memberi keuntungan dengan tarif yang menarik, peraturan yang mempermudah dan kesiapan PLN."

- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi