Cara Diena Haryana Melawan Bullying di Sekolah
Dirikan Komunitas Anak-Anak Korban dan Pelaku
Selain Abu, pendirian Caring Teen Community (CTC) dipelopori salah seorang korban bullying yang tidak mau identitasnya disebutkan. Kawan Abu saat SMP itu menjadi bulan-bulanan para pelaku bullying karena kecerdasannya.
"Dia sampai dipukuli hingga muntah-muntah, terus dikunci di loker. Akhirnya, dia nggak mau sekolah dan memilih homeschooling. Jadinya, dia agak autis. Sampai sekarang, dia paling takut kalau berada di tengah kerumunan orang banyak. Tapi, dia concern banget pada gerakan anti-bullying ini. Dia nggak ingin ada anak-anak yang mengalami kejadian seperti yang dialaminya,’’ papar Abu.
Berdua dengan rekannya itu, Abu membesarkan CTC. Anggotanya terus bertambah. Saat ini, ada 50 anggota CTC dengan rentang usia 14–18 tahun. Mereka mengampanyekan gerakan anti-bullying ke rekan-rekan di lingkungan rumah dan sekolah serta melalui media sosial.
"Kebanyakan anggota CTC memang korban bullying. Tapi, mereka membuktikan bahwa mereka bisa melawan bullying dan bisa bangkit. Sekarang beberapa anggota sudah kuliah, bahkan ada yang di Jepang,’’ ungkapnya. (*/c5/ari)
KASUS bullying atau intimidasi masih menjadi fenomena gunung es di dunia pendidikan. Tidak sedikit yang berujung kematian. Itulah yang meresahkan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara
- Rumah Musik Harry Roesli, Tempat Berkesenian Penuh Kenangan yang Akan Berpindah Tangan
- Batik Rifaiyah Batang, Karya Seni Luhur yang Kini Terancam Punah
- 28 November, Masyarakat Timor Leste Rayakan Kemerdekaan dari Penjajahan Portugis
- Eling Lan Waspada, Pameran Butet di Bali untuk Peringatkan Melik Nggendong Lali
- Grebeg Mulud Sekaten, Tradisi yang Diyakini Menambah Usia dan Menolak Bala