Cara Penggiat Seni ISTA Al Kamal Mengembangkan Diri di Tengah Pandemi Covid-19

"Dengan Pandemi covid 19, sebuah peristiwa yang mendisrupsi kita, rutinitas kita terdisrupsi oleh Covid-19, sehingga untuk survive harus membangun budaya baru, tradisi baru termasuk disiplin baru. Saya pikir, membangun sisi seni ini cukup menjadi sebuah solusi di tengah krisis," imbuh pria yang juga pengamat seni, sosial, dan ekonomi itu.
Sebelumnya, kampus ini memang memiliki kepedulian tinggi untuk mengembangkan minat mahasiswanya. Bahkan, baru-baru ini mereka menggelar sebuah perjanjian kerja sama dengan Yayasan Kemanggisan, dan memberikan beasiswa bagi anak-anak binaan yayasan untuk berkuliah di sana.
BACA JUGA: Oknum Pengamanan PT Wilmar Tembaki Warga yang Melintas di Areal Perkebunan, Begini Kronologinya
"Kegiatan ini semata-mata untuk menggali potensi dan minat setiap mahasiswa, atau juga dari selain mereka yang memang tertarik dengan dunia seni peran," ucapnya.(dkk/jpnn)
Institut Sains dan Teknologi Al Kamal melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM) Teater Gerimis akan menggelar sebuah webinar.
Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad
- Sebuah Keresahan Tentang Hak Cipta Karya Seni di Tengah Gempuran Teknologi AI
- Constellations Edisi H20: Aspirasi Aksi Global Terhadap Krisis Air lewat Seni
- Pelukis Ong Cheng Shui Gelar Pameran Di Sini, Cek Tanggalnya
- Aku dan Warisan Ibu Kolaborasi Seni Tekstil & Padu Padan Batik Lawasan
- 23 Seniman Pamerkan Karya Seni Bandung Contemporary Art Award di Galeri Lawangwangi
- Sephora Rayakan Satu Dekade Keberagaman Kecantikan Memesona Indonesia, Ini Keseruannya