Catat! Demo 2 Desember, Aksi Super Damai
"Masalah itu bukan soal suku, bukan soal kebencian kepada agama lain. Saya sampaikan juga kepada saudara sebangsa yang beda agama bahwa tolong kegelisahan dan kemarahan umat Islam dipahami dan dibantu. Sebab, kitab suci kami dinistakan. Kemarahan itu adalah bentuk spontanitas melakukan aksi demo besar-besaran menuntut keadilan. Jadi bukan karena sentimen suku dan agama," katanya.
Zulkifli menyatakan, kemarin ada pertemuan antara MUI, Polri, dan panitia penggerak aksi demo kasus penistaan agama.
Mereka bertemu bersilaturahmi dan berdialog untuk mencari pemecahan solusi permasalahan agar tidak berlarut-larut.
"Kita bersyukur terjadi pertemuan itu yang kemudian terjadi kesepakatan bahwa aksi demo yang akan aksi 212 nanti adalah aksi super damai bahkan Polri akan membantu peserta aksi semaksimal mungkin itu sungguh kabar yang sangat menyejukkan," ujarnya.
Zulkifli mengaku secara diam-diam sering melakukan silaturahmi datang datang ke berbagai kalangan antara lain ke MUI, ke Presiden, ke Kapolri, ke tokoh nasional seperti Megawati dan lainnya.
Dalam pertemuan silaturahmi tersebut, Zukilfi berdiskusi agar para tokoh nasional segera menyeselesaikan permasalahan Indonesia ini dengan cara Indonesia.
"Kita selesaikan dengan nilai-nilai luhur ke Indonesiaan kita yakni dengan silaturahim dan berdialog. Sebab, orang kalau marah ada persoalan begitu jumpa dan berdialog masalah 10 ,insya Allah 5 selesai. Kalau sudah jumpa marahnya hilang setelah itu tinggal dicari penyelesaiannya," tandasnya. (adv/flo/jpnn)
LAMPUNGTIMUR-- Ketua MPR RI Zulkifi Hasan memberikan taushiyah kebangsaan di hadapan ribuan kader, anggota dan simpatisan Muhammadiyah serta masyarakat
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Nilai IKIP Kaltim Meningkat, Masuk Tiga Besar Nasional
- Yorrys Raweyai: DPD Akan Mengawal Proses Pembangunan PIK 2 Tangerang
- BPMK Lanny Jaya Diduga Potong Dana Rp 100 juta dari 354 Kampung
- Kipin Meraih Penghargaan Utama di Temasek Foundation Education Challenge
- Sri Mulyani: Setiap Guru adalah Pahlawan yang Berkontribusi Besar bagi Kemajuan Indonesia
- Kerugian Negara Hanya Bisa Diperiksa BPK, Ahli: Menjerat Swasta di Kasus PT Timah Terlalu Dipaksakan