Catat! Mulai H-5 Kendaraan Berat Dilarang Lewat

jpnn.com - SURABAYA – Jelang mudik Lebaran, pemerintah pusat mengeluarkan aturan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Kebijakan yang diambil Kementerian Perhubungan (Kemenhub) adalah membatasi jenis kendaraan yang boleh melintas.
Salah satunya, truk angkut yang bersumbu lebih dari dua. Kendaraan itu dilarang beroperasi pada H-5 hingga H-1. Kemudian, dilanjutkan pada H+2 dan H+3 Lebaran.
"Jadi, hanya pada H1, H2, dan H+1 yang boleh jalan," ujar Kabid Angkutan Jalan Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim Sumarsono.
Truk bersumbu lebih dari dua memiliki rangka tubuh yang besar sehingga berpotensi membuat laju kendaraan lebih lambat. Meski demikian, ada beberapa truk bersumbu lebih dari dua yang boleh melintas selama masa larangan itu. Antara lain, truk yang mengangkut ternak, sembako, BBM, serta barang ekspor-impor.
Bagi truk yang mengangkut barang-barang tersebut, UPT LLAJ mengeluarkan dispensasi. Di Jatim, ada 12 UPT yang tersebar di seluruh provinsi. Yaitu, Surabaya, Malang, Mojokerto, Kediri, Jember, Madiun, Bangkalan, Banyuwangi, Probolinggo, Tulungagung, Lamongan, dan UPT Bandara Abdurahman Saleh Malang.(ant/c7/end/flo/jpnn)
SURABAYA – Jelang mudik Lebaran, pemerintah pusat mengeluarkan aturan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Kebijakan yang diambil Kementerian
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal Hindari Puncak Arus Balik, Manfaatkan Diskon Tol
- Lonjakan Kendaraan di GT Kalikangkung Saat Arus Balik Lebaran Capai 158 Persen
- Arus Balik Mudik Lebaran, Polisi Terapkan Skema One Way Lokal dan Nasional
- Alhamdulilah, Ibu Atun Akhirnya Bisa Mudik ke Kampung Halaman
- Angka Kecelakaan Mudik Turun, Anggota Komisi III Minta Semua Pihak Optimalkan Pelayanan
- Tol Jakarta-Cikampek hingga Cipali Siang Ini Lancar