Catatan Bawaslu: Jumlah Pelaksanaan Kampanye Tatap Muka Meningkat
![Catatan Bawaslu: Jumlah Pelaksanaan Kampanye Tatap Muka Meningkat](https://cloud.jpnn.com/photo/arsip/watermark/2020/02/25/kantor-bawaslu-pusat-di-jalan-thamrin-jakpus-foto-natalia-laurensjpnn-93.png)
jpnn.com, JAKARTA - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar menyebut jumlah metode kampanye tatap muka terus meningkat dari waktu ke waktu selama pelaksanaan kampanye Pilkada 2020.
Dalam sepuluh hari pertama pelaksanaan kampanye terdapat 9.189 kampanye tatap muka. Jumlah itu meningkat 16.469 kampanye tatap muka pada sepuluh hari kedua masa kampanye.
Fritz mengungkapkan itu saat menjadi pembicara diskusi daring bertema "Antisipasi Kerawanan Kamtibmas dan Kesehatan dalam Pilkada serentak 2020" yang digelar Masyarakat Pers Pemantau Pemilu (Mappilu), Jumat (23/10).
"Kampanye metode pertemuan terbatas atau pertemuan tatap muka itu masih menjadi primadona dalam sebuah kegiatan," kata dia.
Bawaslu, kata Fritz, mendorong pelaksanaan kampanye bisa dilakukan secara daring. Sebab, rangkaian Pilkada 2020 berlangsung saat pandemi Covid-19.
"Kalau kami lihat memang kampanye daring yang kami ingin laksanakan oleh pasangan calon, ternyata merupakan kegiatan kampanye yang sedikit yang dilakukan," ujar dia.
Di sisi lain, Bawaslu juga mencatat tren pelanggaran protokol kesehatan (prokes) saat kampanye Pilkada 2020 tampak meningkat. Ha itu seperti tertuang dalam data Bawaslu pada sepuluh hari pertama menuju kedua kampanye Pilkada serentak 2020.
"Perlu kami sampaikan bahwa pelanggaran prokes memang bertambah," kata Fritz.
Fritz menilai kampanye metode pertemuan terbatas atau pertemuan tatap muka itu masih menjadi primadona
- Kuasa Hukum Tegaskan Agustiani Tio Harus Berobat ke China, tetapi Dihalangi KPK
- Pengamat: Pilkada Barito Utara Berjalan Baik, Sesuai Aturan yang Belaku
- Ketua KPU Barito Utara Sebut Sudah Jalankan Seluruh Aturan Pilkada
- Johanis Tanak Nilai Kewenangan DPR Evaluasi Pejabat Bertentangan dengan UU
- Datangi Komnas HAM, Agustiani Tio Laporkan Kesewenang-wenangan KPK
- Langkah KPU Barito Utara yang Tetap Ngotot Izinkan Pemilih Ilegal Mencoblos Dipertanyakan