Catatan Ketua MPR: Tetaplah Berhati-hati dan Bijaksana Mengelola Pertumbuhan Ekonomi
Oleh: Bambang Soesatyo

Bahkan tidak salah juga kalau rumusan strategi kebijakan saat ini sampai pada antisipasi skenario terburuk terhadap dinamika global.
Tim transisi pemerintahan baru disarankan untuk mencermati kecenderungan itu.
Soalnya, baik skala maupun durasi konflik Iran-Israel tidak mudah diprediksi.
Tim transisi harus berani membuat prediksi tentang dinamika global di waktu-waktu mendatang; apakah setelah Oktober 2024 dinamika global semakin positif, atau sebaliknya.
Sebagian masyarakat sudah tahu bahwa APBN tahun berjalan sedang mengalami tekanan yang lumayan berat karena naiknya harga minyak mentah di pasar global, maupun karena faktor melemahnya rupiah terhadap dolar AS.
Nilai atau belanja impor minyak menjadi mahal. Demikian pula subsidi bahan bakar minyak (BBM) ikut membengkak.
Menguatnya nilai tukar dolar AS di tengah suku bunga acuan yang tinggi menyebabkan pengeluaran untuk membayar pokok dan bunga utang luar negeri menjadi lebih besar dari sebelumnya.
Sebagian publik pun tahu pemerintah saat ini memilih kebijakan menahan harga BBM bersubsidi yang dijual Pertamina pada tingkat yang sekarang, walaupun di saat yang sama produsen BBM lainnya sudah menaikkan harga jual.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu patut dirawat dan dipertahankan, ini tantangan buat pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran
- Didit Hediprasetyo Jadi Kekuatan Tak Terduga Milik Prabowo
- 3 Juta Lulusan SMA/SMK Menganggur, Waka MPR: Berbagai Langkah Harus Segera Diambil
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?