Catatan Pengamat Soal Dinamika Pencapresan di KIB, Simak

Jika dibandingkan dengan Ketum PPP dan PAN, Yusak mengatakan Ketum Airlangga yang paling mungkin.
"Dari jumlah suara atau kursi dan infrastruktur politik, memang Pak Airlangga yang paling layak dan berpeluang diusung dibanding ketua umum PAN dan PPP.
Namun, kata dia, munculnya nama-nama capres seperti Ganjar dan Anies makin membuka peluang bagi KIB untuk mengusung capres dari luar," ujar Yusak.
Munculnya nama Ganjar dan Anies di internal PAN dan PPP ini, kata dia, tentu berpengaruh pada opsi pencapresan Airlangga sebagai Capres dari KIB.
Lebih lanjut Yusak menjelaskan kalaupun koalisi diletakkan dalam konteks parpol sebagai saluran rekrutmen kepemimpinan politik, maka KIB sah-sah saja jika pada akhirnya mendorong Capres dari luar.
“Psikologi bertarung kan memang bagaimana bisa menang dan elektabilitas capres tetap menjadi variabel penting yang tidak bisa diabaikan.” sebut Yusak.
Namun, jika KIB mendorong Capres dari luar, selalu ada opsi untuk Ketum Airlangga.
“Saya kira masih ada opsi bagi Pak Airlangga untuk membangun bargaining sebagai cawapres. Golkar saya kira akan menyiapkan berbagai opsi terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi,“ tegas Yusak.
Analis politik dari Exposit Strategic Arif Susanto menilai dinamika pengajuan nama capres dari KIB masih dalam kategori normal.
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- KLB Gerindra Putuskan Prabowo Maju Capres 2029, Haryara Tambunan Merespons, Simak
- Jumlah Anggota Koalisi Parpol di Pilpres Perlu Diatur Mencegah Dominasi
- Merespons Putusan MK Tentang PT Nol Persen, Sultan Wacanakan Capres Independen
- Sampit Bantul
- MK Hapus Presidential Threshold, Gibran Berpeluang Melawan Prabowo di 2029