Cegah Negara Gagal, Bamsoet Ingatkan Hal Ini

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan hingga saat ini bangsa Indonesia tidak terpecah belah.
Bangsa Indonesia beruntung memiliki empat komitmen kebangsaan yang dijadikan rujukan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Yaitu, Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional, NKRI sebagai konsensus, serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menyatukan berbagai keberagaman yang dimiliki dalam satu ikatan kebangsaan.
"Empat komitmen kebangsaan ini hanya benar-benar bekerja dan berfungsi ketika nilai-nilai bertransformasi menjadi tindakan nyata,'' ujar Bamsoet.
Hal ini dikatakannya dalam sambutan pada Musyawarah Kerja Nasional Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) secara virtual dari Jakarta, Jumat (25/3).
Ketua DPR RI ke-20 ini mengingatkan, sejarah mencatat kegagalan Uni Soviet dan Yugoslavia sebagai representasi negara besar dan maju di Eropa Timur.
Salah satu penyebabnya adalah kegagalan merawat kebersamaan sebagai sebuah bangsa.
Beberapa indikasi yang mengemuka antara lain kerapuhan sistem politik, kemerosotan ekonomi, konflik antaretnis, serta kegagalan mengidentifikasi dan merespon ancaman eskternal dan kekuatan global.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan pentingnya merawat Indonesia dengan menjaga perdamaian dan menghindari perpecahan
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak
- Waka MPR: Jadikan Momentum Idulfitri untuk Memperkokoh Nilai-Nilai Persatuan Bangsa