Cegah Penyebaran Hoaks, SDG Gelar Pelatihan Jurnalistik di NTB

Mereka dalam pemaparan di acara menyampaikan mengenai dasar-dasar jurnalistik, seperti mencari informasi, menyusun narasi, hingga menyebar informasi di media massa.
Selain itu, kedua pemateri menyinggung tentang sharing dan saring atau tidak membagikan kembali informasi apabila memuat unsur hoaks serta fitnah.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Nurul Quran Ramdan Ahmad mengapresiasi kegiatan yang dihelat SDG demi memancing rasa kritis santri terhadap sebuah informasi.
"Terutama, bagi santri supaya mereka tidak cepat percaya terhadap hoaks yang ada saat ini, karena itu kami sangat terima kasih," ucap Ramdan.
Ponpes Nurul Quran dalam acara pada hari yang sama turut melaksanakan istigasah dan doa bersama agar Ganjar Pranowo jadi Presiden 2024.
"Saya punya keyakinan bahwa beliau insyaallah akan memimpin Indonesia pada masa yang akan datang, karena itu kami langsung istigasah bersama santri untuk memenangkan beliau," kata Ramdan. (ast/jpnn)
Sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) mendapat pelatihan jurnalistik di Pondo Pesantren (Ponpes) Nurulran, Kabupaten Lombok Tengah, NTB
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan
- IRT di Inhu Mengaku Dibegal, Saat Diselidiki Polisi, Ternyata
- Mahasiswa Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Hoaks di Medsos
- Irjen Hadi Gunawan: Di NTB Tidak Boleh Ada Geng Motor
- Akademisi Sebut Hoaks Hambat Perkembangan Generasi Indonesia Emas 2045
- KPK Dalami Korupsi Shelter Tsunami NTB, Waskita Karya Berpotensi Jadi Tersangka Korporasi
- Pencuri Bertato Ini Apes setelah Aksinya Ketahuan Korban, Begini Ceritanya