Cekcok dengan Trump, Wartawan CNN Dicekal Gedung Putih

jpnn.com, WASHINGTON - Adu mulut di Gedung Putih antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan jurnalis CNN, Jim Acosta berbuntut panjang. Gedung putih menuding wartawan senior itu melakukan pelecehan dan mencabut izin liputannya.
Acosta tidak diperbolehkan melanjutkan liputan di sana. Saat dia kembali untuk meliput rangkaian acara soal pemilu sela pada malamnya, petugas keamanan menghalaunya. Dia tidak boleh masuk Gedung Putih.
"Secret Service memberi tahu saya bahwa saya tidak bisa masuk ke sana," terang Acosta melalui akun Twitter. Dia pun terpaksa melewatkan acara pukul 20.00.
Kepada media, Sanders mengatakan bahwa alasan pencabutan izin liputan Acosta bukanlah karena cekcok dengan Trump. Melainkan karena Acosta melecehkan pekerja magang yang membawa mikrofon dalam jumpa pers tersebut.
"Kami menghormati kebebasan pers. Tapi, kami tidak bisa menoleransi reporter yang sengaja menyentuh tangan perempuan belia yang sedang bertugas," ungkap Sanders kepada The Guardian kemarin, Kamis (8/11).
Namun, tuduhan Sanders langsung dibantah rekan-rekan sejawat Acosta yang juga menyaksikan adegan perebutan mikrofon.
Jurnalis Reuters Jeff Mason menyatakan, foto-foto dan video yang disebarluaskan Gedung Putih soal tangan Acosta dan tangan si gadis yang bersentuhan tidak bisa begitu saja dijadikan bukti. Sebab, adegan yang disajikan hanya sepotong.
"Saya duduk di samping Acosta. Saya tak melihat dia memegang tangan si gadis," tegas Mason. (bil/c19/hep)
Adu mulut di Gedung Putih antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan jurnalis CNN, Jim Acosta berbuntut panjang
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump