CEO Boeing Akui Kesalahan Penanganan Sistem Peringatan Kokpit 737 MAX

Boeing mengakui bahwa para insinyur menyadari, dalam beberapa bulan setelah debut pesawat pada 2017, bahwa lampu peringatan sensor hanya berfungsi ketika dipasangkan dengan fitur opsional yang terpisah tetapi tak melaporkan masalah itu selama lebih dari setahun setelah kecelakaan di Indonesia.
Sensor pengukur sudut terlibat dalam kecelakaan Lion Air di Indonesia Oktober lalu dan kecelakaan Ethiopian Airlines pada bulan Maret.
Sensor itu tak berfungsi, memeringatkan perangkat lunak anti-mati untuk mendorong hidung pesawat ke bawah.
Pilot tak bisa mengambil kembali kendali atas pesawat.

Boeing memberi tahu FAA tentang apa yang dipelajarinya pada tahun 2017 setelah kecelakaan di Indonesia.
Muilenburg mengatakan, memulihkan kepercayaan pada MAX adalah prioritas utama Boeing menjelang tipe 777 yang diperbarui dan bekerja menyiapkan pesawat jarak jauh NMA berikutnya.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana