Cerita Aji PJ, Pria Penuh Tato yang Akhirnya Sadar Alkohol Itu Haram

Itu semua karena dukungan dan kekuatan doa dari kedua orang tuanya, sahabat, teman hingga para alim ulama.
“Ya bersyukur saja sih bisa lepas semuanya, bisa diberi kesempatan lagi untuk kembali ke jalan yang benar. Restu dan dukungan orang tua sangat besar. Termasuk teman-teman terdekat yang mendukung saya bertobat,” katanya.
Apakah pernah mendapatkan cibiran dari orang lain ketika sudah bertobat?
Aji mengaku hal tersebut masih sering ia rasakan hingga kini. Badannya yang penuh tato selalu menjadi pusat perhatian saat masuk masjid untuk salat.
Sebenarnya godaan terbesar yang ia rasakan adalah munculnya ajakan untuk mencoba dunia gemerlap dari beberapa rekan sejawat maupun rekan bisnis. Pergaulan, kata Aji, memiliki pengaruh besar.
Harus ada sesuatu yang membatasi agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif.
Saat ini, keseharian Aji selain bekerja sebuah event organizer, ia kerap menyibukkan diri dengan anggota Komunitas Cah Hijrah.
Menjadi sukarelawan kemanusiaan dan sosial yang ia anggap sebagai cara menebus dosa masa lalunya dulu.
Badan Aji PJ yang penuh tato selalu menjadi pusat perhatian saat masuk masjid untuk salat.
- Lonjakan Kendaraan di GT Kalikangkung Saat Arus Balik Lebaran Capai 158 Persen
- Angka Kecelakaan Mudik Turun, Anggota Komisi III Minta Semua Pihak Optimalkan Pelayanan
- Salat Id di Wilayah Polres Priok Berjalan Khidmat Berkat Sinergi Masyarakat dan Aparat
- Ketua MUI Ajak Umat Islam Tetap Memiliki Integritas Seusai Ramadan
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak
- Membangun Pribadi Berintegritas di Hari Raya Idulfitri