Cerita Djono Darmaputera Mengenalkan Cita Rasa Kopi Semendo

Sumatera Selatan dikenal dengan potensi kopi robusta karena area terbesar untuk perkebunan kopinya ada di wilayah ini. Cita rasanya, kata Djono, sangat khas. Rasa kopinya lebih kuat dan robusta Semendo terkenal dengan keharumannya.
Selama ini, kopi Semendo lebih banyak diekspor dalam bentuk mentah berupa biji kopi. Dalam beberapa tahun ini, Djono berupaya mengembangkannya agar kopi Sumatera Selatan lebih memiliki nilai tambah.
“Dipasarkan ada yang roasting, ada yang bubuk. Tidak hanya mentah. Pasarnya belum sampai ekspor, ini sedang penjajakan,” kata dia.
Keinginan mengangkat dan menambah nilai kopi Sumatera Selatan ini pula yang menjadi salah satu alasan Djono merambah bisnis kopi dalam lima tahun terakhir. Menurut Djono, Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah penghasil kopi harus memaksimalkan potensinya karena tren mengonsumsi kopi juga semakin meningkat.
Optimisme Djono dengan keinginannya mengangkat kopi dari Sumatera Selatan semakin menguat setelah ia bergabung dengan SETC pada 2019.
Pelaku UMKM binaan SETC juga didorong untuk memahami strategi pemasaran secara mendalam.
Materi yang didapatkan di antaranya tentang cara mencapai kepuasan pelanggan, cara menghitung harga pokok, cara menyusun display barang, membuat kemasan yang baik, serta betapa pentingnya media sosial di era digital saat ini.
“Pelatihan pemasaran ini sangat membantu kami dalam menyusun strategi untuk memasarkan produk kami. Saat ini, pemasaran sudah ke seluruh Indonesia, baik offline maupun online,” ujar Djono.
Kisah Djono Darmaputera (60) membangun usahanya, Sahang Mas sangat menginspirasi.
- Pertamina UMK Academy Berhasil Bawa Ribuan Produk UMKM Go Global
- Para Peserta UMK Ungkap Segudang Manfaat Ikut Program Pertamina, Produknya Bisa Go Global
- BAZNAS Promosikan Produk Kue UMKM Sebagai Hampers Ramadan Favorit
- Gandeng UMKM, Pelindo Solusi Logistik Tebar Keberkahan di Ramadan
- Nippon Paint Percantik Tampilan Ratusan Gerobak UMKM
- Lewat Ekspor, 5,2 Ton Kerapu Asal Wakatobi Tembus Pasar Hong Kong