Cerita Muslim di Australia yang Sembuh Dari Kecanduan Narkoba dan Alkohol
Mohammad mengatakan Dr Hanifi juga membantu kesembuhannya dengan memperkenalkannya pada organisasi nirlaba yang dikelola Islam, Brothers in Need.
"Saya biasa pergi bersama mereka pada Sabtu malam untuk memberi makan para tunawisma," kenangnya.
"[Saya belajar] ada pilihan menjadi Muslim dan Islam untuk saya, daripada pergi ke pub dan minum atau memakai narkoba. Ada hal-hal yang bisa saya lakukan sebagai gantinya, dan saya menikmatinya."
Layanan 'Lifeline' bagi Umat Muslim
Minggu ini, Hayat House memperluas dukungannya bagi komunitas Muslim dengan menawarkan saluran telepon intervensi krisis, yang berlangsung dari Senin hingga Jumat, pukul 9 pagi hingga 5 sore.
Dr Hanifi mengatakan Hayat Line akan serupa dengan Lifeline, yang dijalankan oleh Gereja Uniting Australia.
"Banyak orang tidak ingin menyebutnya Lifeline, mereka lebih suka menyebutnya layanan berbasis Muslim, karena aspek iman dan budaya," katanya.
Photo: Pemerintah sedang memeriksa beberapa laporan bahwa hotline Lifeline memberikan saran yang tidak pantas. (ABC TV)
"Beberapa orang bahkan tidak berbicara dalam bahasa Inggris, mereka berbicara dalam bahasa Arab, jadi layanan ini akan melayani mereka.
Ketika Mohammad mulai mencoba narkoba di akhir masa remajanya, yang dilakukanmya bukan hanya ilegal, tapi dilarang oleh kepercayaannya.
- Dor! Mulyono Ditembak Tim Polda Riau, Dia Bawa Sabu-Sabu Senilai Rp 30 Miliar
- Dunia Hari Ini: Kelompok Sunni dan Syiah di Pakistan Sepakat Gencatan Senjata
- Ditresnarkoba Polda Sumsel Memusnahkan Sabu-Sabu 2.689,06 Gram dan 657 Butir Ekstasi
- Sarbin Sehe Tegaskan Narkoba dan Judi Online adalah Musuh Kemanusiaan
- Upaya Bantu Petani Indonesia Atasi Perubahan Iklim Mendapat Penghargaan
- Dunia Hari Ini: Tanggapan Israel Soal Surat Perintah Penangkapan PM Netanyahu