Cerita Pemudik Kaget Lihat Jalur Selatan Nagreg Sempit dan Berliku

Cerita Pemudik Kaget Lihat Jalur Selatan Nagreg Sempit dan Berliku
Jeniah (40), pemudik asal Serang saat ditemui di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung. Foto: source for JPNN

Jeniah menerangkan, perjalanan dari Yogyakarta menuju Serang via selatan ditempuhnya dengan cukup panjang.

Pukul 12.00 WIB, Jeniah dan keluarga baru tiba di Nagreg untuk beristirahat.

"Saya itu harusnya lewat tol, karena beli bakpia dulu pas di Yogjakarta-nya. Jadi muter jauh ke tolnya, terus lihat di aplikasi google maps memang merah ke jalur tol itu, hadi lewat jalur selatan aja," jelasnya.

"Ternyata pas tadi nyampe sekitar jam 12, eh taunya macet," sambung dia.

Jeniah yang pertama kali lewat jalur selatan mengaku kaget karena jalan yang sempit dan berliku.

Jalan yang kecil ini, menurutnya, tak sebanding dengan volume kendaraan yang melintas di jalur Nagreg, khususnya saat musim mudik tiba.

Dia berharap, ke depannya jalur selatan bisa diperlebar sehingga mengantisipasi kepadatan lalu lintas.

"Saya berangkatnya lewat tol, pas pulangnya lewat jalur bawah selatan, kaget jalannya kok sempit amat dan berliku. (Harapannya) jalannya diperlebar lagi, sempit soalnya," terangnya.

Arus kendaraan pada H+5 Lebaran di jalur selatan Nagreg terpantau ramai lancar. Polisi menerapkan skema contraflow untuk mengurai kepadatan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News