Cerita Rizal, sang Pelatih Panahan Presiden Jokowi, Ternyata

Dari situ presiden diajari dasar-dasar panahan. Mulai posisi kuda-kuda, cara memegang panah, memegang busur, menarik, sampai penempatan posisi busur yang baik.
Kegiatan itu terus berlanjut. Hampir setiap pekan. Jika tidak ada kegiatan, presiden berlatih bersamanya.
Hingga pada suatu ketika, Oktober 2016, Rizal meminta izin untuk libur latihan pada Desember 2016. Sebab, Perpani akan menggelar turnamen panahan lokal di Bogor.
Namun, jawaban presiden di luar perkiraannya. ”Beliau menyampaikan, saya ikutan,” kata Rizal menirukan presiden.
Mulanya, dia menganggap angin lalu pernyataan tersebut. Tapi, sekitar November 2016, mantan gubernur DKI tersebut menanyakan lagi persiapan lomba. Rupanya, itu pernyataan serius. Perasaan Rizal kala itu campur aduk. Bingung.
Turnamen yang awalnya kecil-kecilan harus berubah seiring keikutsertaan presiden. Sejak saat itu, kesibukannya bertambah. Dia sedikit lebih keras dalam menyiapkan turnamen.
Sadar persiapan tak banyak, turnamen pun diundur pada Januari 2017. Selain itu, skala pun diperluas. Dengan harapan peserta semakin banyak, pengumpulan dana pun bisa semakin mudah.
Saat itu pihak istana juga membantu sokongan dana dan mencari sponsor. Di tengah mempersiapkan turnamen, kesibukan untuk melatih presiden jauh meningkat.
Rizal Banardi yang merupakan pelatih panahan Presiden Jokowi, bercerita panjang lebar tentang perasaannya melatih orang nomor satu di negeri ini.
- Prabowo: Danantara Akan jadi Salah Satu Pengelola Dana Kekayaan Negara Terbesar di Dunia
- Jokowi Lakukan Pertemuan Terbatas dengan Sultan HB X di Klaten
- Jokowi Masuk Daftar Pemimpin Terkorup Versi OCCRP, Guntur Romli Colek KPK-Kejagung
- Jokowi Seharusnya Tidak Memanfaatkan Prabowo Demi Kepentingan Politik Pribadi
- Prabowo dan Jokowi Bertemu di Surakarta, Lalu Makan ke Angkringan
- Akbar Yanuar