Cerita Ustaz HNW Memimpin Doa di Depan Jenazah Gus Sholah

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid takziah ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Sholahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah, di Bangka Raya, Jakarta Selatan, Senin (3/2).
Selain Hidayat, hadir juga Ketua Majelis Syura PKS Habib Salim Segaf Aljufrie dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman.
Ustaz HNW ditunjuk untuk memimpin doa di depan jenazah Gus Sholah sebelum diberangkatkan ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim, Senin (3/2) sore.
Jenazah diberangkatkan melalui Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (3/2) pukul 09.00 WIB.
"Saya juga tidak tahu njih sepertinya spontan, tetapi sejak kemarin sore di rumah sakit jam lima sore dan malam saya juga ikut menyalatkan jenazah beliau. Semalam saya sebenarnya juga diminta mendoakan beliau setelah tahlilan," tutur Ustaz HNW, dalam keterangan tertulis, Senin (3/2).
"Dan sekarang saya juga diminta memimpin doa mungkin karena saya yang ada di situ, tetapi yang jelas membuktikan keluarga ini adalah keluarga yang terbuka kepada siapapun yang membawa kebaikan," tambah wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu.
Dia mengatakan semua pasti memberikan doa yang sama agar almarhum husnul khatimah.
"Doa kita pasti sama, mendoakan beliau agar husnul khatimah, keluarga diberikan ketabahan dan kita bisa melanjutkan perjuangan beliau," kata dia. (boy/jpnn)
Jenazah Gus Sholah diberangkatkan melalui Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (3/2) pukul 09.00 WIB.
Redaktur & Reporter : Boy
- HNW Sebut Indonesia Layak jadi Pioner Negara OKI Hadirkan Regulasi Anti-Islamophobia
- Waka MPR Hidayat Nur Wahid: Netanyahu Lebih Pantas Ditangkap ICC Dibandingkan Duterte
- HNW Dukung Usulan Erdogan Soal Hak Veto di DK PBB untuk Negara Mayoritas Muslim
- Waka MPR Hidayat Nur Wahid Kecam Israel yang Larang Bantuan Kemanusiaan Masuk ke Gaza
- PKS Gelar Pawai Sepeda, HNW Ajak Umat Siapkan Fisik untuk Ramadan
- Kritisi Surat Edaran Pemotongan Dana BOS Madrasah, HNW: Tidak Sejalan dengan Inpres