China Beli 24 Sukhoi Su-35 Rusia
Senin, 26 November 2012 – 12:48 WIB

China Beli 24 Sukhoi Su-35 Rusia
MOSCOW - Rusia menyetujui penjualan 24 Sukhoi Su-35 ke China senilai USD1,5 miliar atau sekitar Rp14,25 triliun. Perusahaan Rosoboronexport Rusia dan Kementerian Pertahanan Nasional China telah mencapai kesepakatan awal dengan rincian akan dibahas dalam pertemuan di Beijing antara Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu dan Presiden China Hu Jintao.
Pesawat tempur tersebut bakal dilengkapi mesin 117S yang dirancang perusahaan Rusia NPO Saturn. Sedangkan kontrak ini diharapkan akan ditandatangani tahun depan atau 2014, dan pengiriman jet tempur tersebut bakal dimulai 2015.
Menurut asiadefence, sebelumnya Moskow telah memutuskan tidak menjual 48 pesawat Su-35s, atau disebut "generasi fourth plus plus" senilai lebih dari USD4 miliar itu ke China, setelah Beijing memintanya tahun lalu. Analis menyimpulkan alasan utama Rusia tidak menjual pesawat multifighter ini terkait adanya risiko pihak China bakal melakukan reverse engineering.
Seperti diketahui, hubungan kedua negara sempat memanas karena Beijing membatalkan pesanan 95 Su-27 Rusia tahun lalu setelah negeri tirai bambu itu meluncurkan produksi J-11, yang diduga merupakan replika dari Su-27. Hal ini menyebabkan Moskow memutuskan untuk tidak menjual pesawat tempur Su-33 berbasis kapal induk untuk Angkatan Laut China. Beijing sendiri kemudian merancang versi sendiri, J-15, berkiblat pada satu pesawat Su-33 yang diperoleh dari Ukraina.
MOSCOW - Rusia menyetujui penjualan 24 Sukhoi Su-35 ke China senilai USD1,5 miliar atau sekitar Rp14,25 triliun. Perusahaan Rosoboronexport Rusia
BERITA TERKAIT
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI